Sunday, December 2, 2012

ENJOY MATCHA MARBLE CAKE FROM KOKO



Sabtu kemarin aku berkunjung ke trisma untuk bertemu koko, adik kelasku yang telah lama hilang (lho?). Maksudnya mau kasih portofolio buku tahunan, siapa tahu kelasnya koko berminat membuat foto kelas dan tertarik memakai jasa fotografiku. Kalau kamu berminat juga, bisa hubungi aku yah... Dijamin hasil foto memuaskan dan cetar membahana *loh kok malah promosi.

Back to the topic. Si Koko mengatakan ingin memberikan salah satu hasil projectnya padaku. Ia membuka tas dan memperlihatkan kotak mika seukuran lunch box. Di dalamnya terlihat jelas penampakan tiga potong kue kehijau-hijauan.  Ia menyerahkan kotak itu padaku. Sebenarnya hal pertama yang terlintas di kepala adalah langsung melahap ketiga potong kue itu beserta kotak mikanya. Tapi mengingat di depanku ada anak berusia belasan tahun yang belum pantas melihat adegan keji seperti itu, aku mengurungkannya.

“Ini kue apa namanya, Ko?” tanyaku

“Matcha Marble Cake, kak. Cobain deh,” paksa koko. Serius. Dia memaksa.

Aku pun mencomot sepotong. Waaaaw, rasanya seperti kue *ya iyalaaaah~~. Kemudian aku membawa kue itu pulang  dan siap menikmatinya dengan segelas susu hangat sembari membaca sebuah buku cerita anak-anak. Sebelum kue itu dieksekusi aku memfotonya dulu. Setelah mendapat 10 jepretan  JPEG dan 10 RAW *alhasil memori penuh sesak dan file di dalamnya mungkin sudah menjerit-jerit minta dipindahin*, aku edit salah satu saja yang menurutku shadownya nggak ngejeplak. 

Ini dia penampakan pict.nya. Oh iya, sebelum nulis post ini, aku kirim sms lagi ke koko : “Oiya Ko, apa je nama cakenya yang kamu kasih tadi?”

Thursday, November 29, 2012

SURE ! This is a multipleexpoSURE


Ini adalah foto-foto dari pementasan Ujian Akhir Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar. Berhubung ditugasin buat ngedokumentasi, sekalian deh  mraktekin teori mata kuliah seni fotografi II. Ini adalah teknik multiple exposure, sederhananya adalah menggabungkan lebih dari satu foto dalam 1 frame dengan memanfaatkan lebih dari 1 jenis pencahayaan atau exposure.



Sayangnya, di D3000 punyaku nggak ada fitur multiple exposure ini. Alhasil pinjem deh kamera sama senior, yaitu d90. Di jenis dslr satu ini ada pilihan ME-nya, cari aja di "MENU" dan "Multiple Exposure" Hidupin deh. Cara membuat foto multiple exposure adalah atur shutter speed, diafragma, dan ISO sehingga menghasilkan foto yang "under exposure". Jepret. Lalu, atur lagi metering sehingga memungkinkan untuk mendapat foto yang agak "over exposure". Jepret lagi. Dan untuk jepretan ketiga kamu bisa mengambil foto yang lebih over lagi dari yang sebelumnya. Nah, setelah jepretan ketiga ini, kamera akan mengolah tiga jepretan itu dan menjadi satu foto saja yang di dalamnya ada 3 gambar yang seolah-olah ditumpuk.

 Namun, untuk mendapatkan foto multiple exposure yang cetar membahana badai, diperlukan kesabaran yang ekstra. Tidak hanya kemampuan mengatur pencahayaan, juga kemampuan komposisi agar objek dalam foto terlihat porsinya meski kelihatannya saling tumpang tindih.








Friday, November 23, 2012

MAN IN BLACK - TALENT : RENDRA









Tentang Che

Hai, perkenalkan aku Suci Prastiti, tapi biasa dipanggil che (bisa dibaca "ce" atau "cik", whatever-lah). Saat ini aku jadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi seni di Bali jurusan Fotografi (love this!). Nggak sombong lho, di kelas IPK ku termasuk tinggi, jadi aku nggak bodo-bodo amat laaah :p

Sebenernya waktu SMA aku nggak begitu tertarik masuk fotografi. Tapi waktu SMA dulu aku konsen ke ekskul jurnalistik jadi agak ada hubungannya kan sama fotogarfi (sambung-sambungin ajaaa). Jadi prestasiku di bidang fotografi saat ini yaaa cuma dapet A di mata kuliah Seni Fotografi, hehe..

Kalo di bidang jurnalistik dan tulis menulis prestasiku antara lain :

Juara I BERITA KISAH dalam Kompetisi Jurnalistik Mahasiswa dan Pelajar Se-Bali tahun 2009 (putaran 2)
Juara III BERITA KISAH dalam Kompetisi Jurnalistik Mahasiswa dan Pelajar Se-Bali tahun 2009 (putaran 1)
Juara III REPORTER ESF Fakultas Ekonomi Universitas Udayana 2010
Laporan Utama Terbaik Lomba KORDING FPMHD 2011
JUARA III RESENSI Fakultas Ekonomi Universitas Udayana 2010
Juara I Lomba MADING ESF Fakultas Ekonomi Universitas Udayana 2010
Juara I Penulisan Artikel "Pemuda, Politik dan Advokasi" LIMAS 2010
Juara III Lomba Mading Undiknas Denpasar 2010

Okee, itu sedikit tentang aku.
Kontak aku di :
FB : sucii prastiti
HP : 081805597229

PEOPLE IN BALI ON THEIR ACTIVITIES



















ADAT BALI MODIFIKASI - TALENT : RIRIN

Pertama-tama aku mau ngucapin terima kasih sama Ririn yang juga mahasiswa di ISI denpasar jurusan tari, yang udah mau bercapek-capek jadi modelku :p

Ini dia beberapa hasil fotonya Ririn yang cantik dan ramah bangeeeet, dengan pakaian adat Bali modifikasi.

CEK DIS AUT! (bahasa Inggris ngawur)















YANG PALING PENTING DALAM FOTO MODEL...

Akhirnya semester ini aku dapet juga mata kuliah Foto Model I. Walaupun baru dasar-dasarnya aja, tapi uda bikin otak puyeng. Ternyata foto model nggak segampang yang aku bayangkan. Tinggal jeprat-jepret sesuai konsep, uda deh jadi. Memang sih, kita tinggal mengarahkan model sesuai angle yang kita inginkan. Namun bagaimanapun juga ada beberapa hal yang kudu kita perhatiin.

Sebelumnya, apa sih yang terlintas di pikiranmu dalam foto model? Wanita cantik nan seksi yang biasa disebut dengan model? Foto bokeh? Pose?
Padahal, model itu tidak selamanya berwujud cewek cantik atau cowok ganteng lho. Tidak ada manusia yang sempurna kan, tentunya objek yang kita foto tidak selamanya menarik dan sempurna.  Justru, seorang fotografer foto model dituntut memotret seseorang agar tampak sempurna di foto. Yang wajahnya tembem, bisa dibikin keliatan tirus. Yang matanya menonjol bisa dibikin agak normal.

Jadi, apa hal yang paling penting dalam foto model? Sebenarnya yang harus kita utamakan adalah

 komunikasi.

 Ya, tanpa komunikasi yang bagus, model seprofesional apapun yang kita foto belum tentu menghasilkan pose yang sempurna untuk kita. Bila perlu kita menjadi personal yang super cerewet, SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) juga modal yang diperlukan lho.

Kalau kemampuan komunikasi kita baik, tentunya siapapun yang bekerja dengan kita akan merasa nyaman. Termasuk juga dengan model. Itulah sebabnya saat pertama bertemu model, kita bukannya langsung suruh dia berpose, tanpa tahu bagaimana moodnya dia waktu itu. Berkenalan merupakan pintu menuju komunikasi yang baik dengan seseorang.

Setelah mengetahui nama dan sedikit latar belakang si model, kita dapat mempelajari karakter wajahnya juga. Untuk pose awal kita dapat mengatur model untuk berdiri tegak saja di depan kamera. Kemudian mencoba pose 3/4 alias agak serong ke samping. Mungkin dengan menaruh tangan di pinggang agar membuat dia lebih nyaman. Dengan begitu kita dapat mengetahui angel seperti apa yang cocok untuk model tanpa memelototi dia dari ujung kaki sampai ujung rambut (jelas siapapun bakal ilfil kalo diliatin kaya gitu).

Selain mengetahui karakter si model kita juga setidaknya bisa belajar menghargai orang lain. Kalau si model berpose yang tidak sesuai dengan keinginan kita, jangan sekali-kali mengatakan "Salah" padanya. Hal itu akan menghilangkan mood baik si model dan justru menjadi awal kegagalan foto shoot kita. Mungkin bisa mencoba kalimat sepert ini "udah bagus, coba agak miring sedikit, dagunya agak ke atas" atau arahkan ke gaya yang lain tanpa harus memberikan komentar negatif pada si model.

Kadang-kadang saya juga merhatiin fotografer lain, menyuruh modelnya untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi. Misalnya mengarahkan model untuk duduk di atas batu karang (menurut aku kayanya menyiksa banget duduk di sana, apalagi si model pake gaun tipis). Emang nggak salah juga, selama modelnya nggak protes. Walaupun ini namanya foto model bukan berarti kita lupa kalau kita sedang bekerja dengan manusia. Jika kita memang menginginkan model bergaya sesuai dengan konsep yang kita inginkan, ada baiknya kita sendiri yang mencoba dulu pose dan posisi tersebut. Kalau untuk kita aja ga nyaman, apalagi si model.

Nah, itu semua dasar-dasar penting dalam foto model di luar hal-hal teknis. Selebihnya adalah mencoba dan mencoba. Dari pengalaman kita dapat menemukan hal yang baru lainnya dan tentunya menjadikan kita lebih baik lagi.

Food Photography (My #1 Portofolio)

Yihaaai... Beberapa waktu lalu aku mencoba beberapa shoot untuk food photography. Jelas banget masih banyak kurangnya. Tapi aku bangga kok selama ini hasil jepretan sendiri :p

Let's check this out guys!












Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...